Toho Rencanakan Godzilla Cinematic Universe, Shin Godzilla 2 Dibatalkan

written by natasha 21 May, 2018
godzilla-resurgence-nominations

Studio yang bertanggung jawab untuk menciptakan Godzilla berencana untuk membangun keseluruhan cerita-cerita baru yang saling berhubungan yang melingkupi monster itu, sebuah CInematic Universe tentang Godzilla Toho dilaporkan tidak akan membuat sekuel dari Shin Godzilla yang sukses besar (yang juga dikenal sebagai Godzilla Resurgence di AS), tetapi setelah merilis Godzilla vs. Kong tahun 2020 yang akan datang, mereka berharap untuk menempatkan Godzilla dan monster-monster raksasa lainnya dalam dunia baru dengan berbagai macam kemungkinan.

Toho adalah perusahaan film dan teater Jepang yang didirikan pada tahun 1930-an, yang paling terkenal karena mendistribusikan Godzilla dan banyak film Kaiju yang telah dibuat. Film aslinya dirilis pada tahun 1954 dan terkenal sebagai metafora untuk senjata pemusnah massal. Sejak itu kadal besar itu muncul di 29 film yang diproduksi oleh perusahaan, serta kreasi ikonik lainnya seperti Rodan dan Mothra. Studio menandatangani perjanjian dengan Legendary Pictures yang mengarah ke versi Godzilla tahun 2014 yang sukses oleh Gareth Edward. Ini juga menyebabkan kelahiran Monsterverse, yang termasuk Kong : Skull Island. Hal ini meletakkan batu pondasi untuk sekuel-sekuel yang akan datang, seperti Godzilla : King of the Monsters dan Godzilla vs. Kong, yang akan melibatkan King Ghidorah dan monster Toho lainnya dalam konflik.

Film monster Toho terakhir adalah Shin Godzilla. Dirilis di Jepang pada tahun 2016, film ini menjadi film  live-action Jepang yang paling sukses pada tahun itu, tetapi sekuelnya ditahan karena kesepakatan dengan Monsterverse AS. Namun, setelah 2021 studio Jepang ini akan sekali lagi dapat membuat film versi mereka sendiri tentang mahkluk ikonik ini. Menurut publikasi Jepang, Nikkei Style (melalui Godzilla-Movies), mereka memiliki beberapa rencana besar untuk kreasi mereka. Anggota eksekutif Toho, Keiji Ota menyatakan bahwa studio akan merilis film Godzilla baru setiap 1-2 tahun. Tidak hanya itu, tetapi mereka mendasarkan film baru mereka seperti pada MCU, seperti yang dia katakan;

Masa depan seri ini dan perkembangan seterusnya sangat berdasarkan metode “shared universe”. Godzilla, Mothra, King Ghidorah, dll, akan berada di satu lingkup dunia seperti film Marvel, di mana Iron Man dan Hulk dapat crossover dengan satu sama lain. Dikatakan juga bahwa setiap film berkemungkinan dapat diproduksi menjadi film di mana mereka dapat menjadi pemeran utama di masing-masing film mereka sendiri.

Sayangnya untuk penggemar Shin Godzilla, tampaknya cerita dan asal film itu akan menjadi film tunggal. Ota mengindikasikan bahwa ide untuk sekuel sekarang sudah mati, dengan berkata “daripada berpikir untuk menemukan ide yang jelas untuk membuat Shin Godzilla 2, mendingan berpikir tentang dunianya yang dapat digunakan untuk jangka panjang”. Sementara Ota mengutip MCU sebagai pengaruh, tampaknya Toho mungkin kembali ke masa lalunya mengenai film-film Godzilla yang sering melawan makhluk-mahkluk raksasa lainnya atau melihat mereka tinggal bersama di ‘Pulau Monster’ dan menghancurkan kota-kota bersama-sama, sebuah ide yang tidak jauh berbeda dengan dunia yang ingin diciptakan dan digambarkan oleh perusahaan tersebut.

Jelas 2021 adalah semacam titik persimpangan untuk Monsterverse AS, dan belum ada yang tahu nasib franchise itu setelah Godzilla vs Kong. Tentu saja tidak akan ada akhir film Godzilla dari Jepang, dan semoga Toho akan mencari dan mendapatkan jalur distribusi antar negara yang luas untuk setiap filmnya, sehingga penonton dunia barat juga dapat mengikuti alur cerita dunia baru yang berpusat pada Godzilla.

0 comment

Related Articles

Leave a Comment