Valve Melepas Tanggung Jawabnya

written by aden 9 June, 2018
steam_logo_art_2000.0

Apa pun boleh terjadi, selama Anda memberi bagian untuk Valve

Postingan blog hari ini memberi suatu kejelasan yang banyak dari kita telah lihat untuk sementara waktu, perusahaan ini tidak lagi peduli dengan konten-konten di platform-nya. Tidak ingin berada di dalam situasi sulit untuk bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual melalui Steam, jadi dia tidak akan lagi bertanggung jawab. Siapa pun dapat menjual game mereka di Steam, dengan beberapa pengecualian kecil.

Kata Erik Johnson dari Valve dalam sebuah posting blog ;

… Kami telah memutuskan bahwa pendekatan yang tepat adalah mengizinkan semuanya ke Steam Store, kecuali untuk hal-hal yang kami putuskan sebagai ilegal, atau secara langsung trolling (memancing amarah pihak tertentu).

Dengan menggunakan pendekatan ini memungkinkan kami untuk mengurangi usaha untuk melarang atau memperbolehkan apa saja yang seharusnya ada di Steam, dan lebih banyak usaha untuk mengembangkan alat tersebut untuk memberi orang-orang kendali atas jenis konten apa yang mereka ingin lihat.”

Kata-katanya penting di sana, karena Anda akan berpikir apa yang dimaksud ilegal merupakan bagiannya hukum dan pengadilan, dan bukan bagiannya Valve. Dan ini memungkinkan mereka untuk mencuci tangan mereka dari sebagian besar keputusan yang diambil oleh mereka sambil menjaga kendali untuk menafsirkan permainan-permainan mana yang “ilegal” dan seharusnya dihapus dan menjadi wasit terakhir dari permainan-permainan mana yang trolling atau tidak. Ini seperti cara untuk memberitahu para petani bahwa merekalah, dan hanya merekalah, yang bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, tetapi sang raja tetaplah raja.

Juga tidak ada mekanisme pasti yang dapat membuat Valve menemukan permainan mana yang ilegal atau trolling. Mengapa membayar untuk melakukan sesuatu sendiri saat Anda dapat memberi tahu penonton bahwa itu adalah tugas atau tanggung jawab mereka, untuk melakukannya bagi Anda?

Anda dapat mengatakan bahwa proses pemikiran di balik keputusan ini adalah keuntungan, Valve mengeluarkan biaya yang sangat kecil untuk memungkinkan game-game masuk ke layanannya dan perusahaan ini kemudian mengambil sebagian besar keuntungan dari semua yang dijual di platform ini, tetapi posting blog ini juga mengumumkan jelas bahwa mereka juga pengecut.

Realitas yang keras di platform ini, yang terletak di akar dilema kami, adalah bahwa sama sekali tidak ada cara kami dapat melewatinya tanpa membuat beberapa pemain kami benar-benar marah, kata Johnson.

Mengatakan tidak ada aturan adalah cara yang baik untuk memastikan tidak ada yang marah, dan jika orang menjadi kesal karena banyaknya permainan yang kasar dan penuh kebencian yang bersarang di Steam berdasarkan kebijakan ini … yah.., mau apalagi. Merupakan tanggung jawab Anda untuk tidak melihatnya, jika Anda tidak menyukainya. Valve tidak mau memikirkan hal ini, karena itu menghalangi menghitung uang.

Ini bukan masalah kebebasan berbicara, karena Valve bukan entitas pemerintah. Ini bukan masalah kurangnya sumber daya, karena Valve menghasilkan keuntungan besar dari Steam dan dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan yang lebih kuat. Ini bukan masalah kurangnya orang, karena lebih banyak orang bisa dipekerjakan untuk menyelesaikan masalah jika itu adalah sesuatu yang benar-benar ingin dipecahkan oleh Valve.

Tetapi solusi ini membuat semuanya sederhana, dan menguntungkan. Apa pun berjalan, dan Valve akan menghasilkan uang untuk semua itu. Jika Anda tidak menyukainya? Nah, itu masalahmu. Ada banyak uang yang dapat dibuat dari menjual game yang mencari untung dari ide-ide dan gambar-gambar kebencian, sedangkan membutuhkan banyak uang untuk menjalankan perusahaan Anda dengan dasar-dasar yang sopan. Pengumuman di blog ini bukan pernyataan, tetapi sebuah alasan. Dan di 2018, itu adalah sebuah kemalasan.

Jika Anda seorang pengembang game yang bersifat menghina, ini bukan berarti kami memihak Anda melawan semua orang yang Anda “serang”, kata Johnson.

Valve tidak memilih satu sisi, karena itu berarti menolak uang dari seseorang. Pernyataan tadi dibuat bahwa mungkin ada seseorang di Valve yang mungkin setuju bahwa beberapa game seharusnya tidak ada dalam layanan, tetapi dengan kebijakan ini berarti tidak seorang pun di Valve perlu merasa bertanggung jawab atas bagaimana mereka menghasilkan uang. Ini adalah deklarasi terbuka dari penggila uang. Anda tidak dapat memberikan seseorang sebuah tempat, mengambil persentase keuntungan dari penjualannya, dan mengatakan bahwa produk yang terjual tersebut tidak mencerminkan keyakinan Anda. Sebaliknya, keyakinan Anda tercermin dengan sempurna dalam situasi itu pada kenyataannya.

Ini mungkin keputusan yang sederhana untuk Valve, dan jika Anda kesal, ingat saja bahwa kemarahan Anda bukanlah kemarahan yang Valve pedulikan.

0 comment

Related Articles

Leave a Comment